Kamis, Januari 12, 2012

Oleh-Oleh Dari Phuket


My Backpacker Journey to Phuket (*3*)

Pesanku:  Tiket dan Penginapan di Tangan, Selanjutnya Biar Alam Menentukan (^_^)

Kami berangkat, Minggu (6/11/11) pukul 06.00 WIB, menggunakan first fery dari Pelabuhan Internasional Batam Center dan tiba di Harbour Front sekitar pukul 09.30 Singaporean Time.
Kami tidak lantas menuju Bandara Changi, karena pesawat Tiger Airways yang akan membawa kami ke Phuket berangkatnya pukul 12.35 PM (ST). Bersama kak Nesya, kami sarapan dan istirahat di Food Hawker Harbour Front dengan membeli teh manis panas, sementara bekal roti Bread Talk sudah kami sediakan sebelumnya dari Batam.

Istirahat selama sejam, lalu berangkat ke bandara Changi menggunakan MRT yang stasiunnya berada di bawah tanah. Menggunakan MRT (Mono Rail Train) ke Changi, wajib interchange di Outhram Park. Dari stasiun ini, sambung MRT ke Changi yang memakan waktu kurang lebih 35 menit.

Tiba di bandara utama, kami langsung menuju Free Bus Station to Budget Terminal. Budget terminal merupakan tempat maskapai Tiger Airways bernaung di Changi.  Pukul 12.35 PM (ST) ontime, pesawat kami berangkat menuju Phuket International Airport. Di dalam pesawat kami membaur dengan para penumpang yang sebagian besar turis dari Amerika, Korea Selatan, Spanyol, China, Malaysia dan warga Singapura sendiri.

Penerbangan ke Phuket sangat menakjubkan, meski terjadi turbulensi sekitar 5 menit yang membuat bulu kuduk berdiri dan memanjatkan aneka doa pertobatan dan selamat secara spontan dalam hati :p, namun penerbangan ini sangat indah dan anugerah banget. Dari awan, saya bisa melihat samudera luas berbingkai gugusan pulau yang sangat keren. How Great is OUR GOD.

Pesawat mendarat dengan penuh berkat sekitar pukul 1.20 PM (Waktu Thailand,  Sebelumnya saya udah bilang, tidak ada perbedaan waktu Thailand dengan WIB Indonesia). Turun, ambil bagasi, langsung menuju ke bagian imigrasi. Oh ya, karena ini baru pertama kami ke Phuket, temanku kak Nesya mengatakan agak khawatir gimana nanti di bandara dan jalanan Phuket. Namun aku jawab, “Udah jangan khawatir, yang penting tiket PP and penginapan kita disini udah di tangan, selanjutnya kita mau kemana, biar alam yang menentukan J,” lalu dia pun tertawa sambil menjawab “iya juga yak”.

Benar saja, setiba kami di bandara Phuket, kami langsung mengikuti para turis bule, Dari pintu pesawat, masuk ke lorong sebelah kanan, terus belok kiri, turun dan langsung menuju ruangan besar. Disana kami disambut petugas imigrasi yang membawa bundelan kertas tebal. Para turis langsung menyerobotnya, dan ternyata itu formulir visa.

Kami pun meninggalkan para bule, dan minta bantuan ke wanita petugas imigrasi Phuket, dengan ramah dia membagikan formulir kedatangan yang harus diisi sendiri oleh pendatang. Di Phuket, jangan harap seperti di Singapura dimana kartu kedatangan kita langsung diurus ama Imigrasi dan di print rapi, disini kita harus isi sendiri dan tulis tangan, baru bisa melewati petugas imigrasi untuk chop paspor masuk. JANGAN TAKUT, FORMULIR KEDATANGANNYA GRATISSSS (Warga Indonesia apalagi beberapa Backpack kan agak parno klo soal bayar membayar di luar negeri..hehehe, pengalaman pribadi neh coi ah :p).

Kelar urusan imigrasi, seharusnya jangan langsung keluar, silakan menggondol sejumlah peta Phuket yang sudah tertata rapi dalam kantong kuning untuk umum, atau klo niat mau koleksi peta khusus Negara berkanji, bisa juga mengambil Map yang disediakan khusus bagi turis Jepang (berbahasa Jepang) dan Map khusus turis Rusia. Klo anda mengerti, ambil saja..lagi-lagi, GRATIS ko J.

Beruntung kami sudah punya pengetahuan sedikit dari berbagai blog orang-orang yang sudah berpengalaman kesini, sehingga  tanpa ragu kami langsung menuju informasi disebelah kiri pintu keluar bandara Phuket. Kami bertemu dengan petugas perempuan, (Nah ini dia, lupa namanya siapa). Kami bertanya mengenai akses tercepat menuju penginapan kami di Jinta Andaman di kawasan Kata. Dia langsung menawarkan kalau mau naik taksi harus bayar sekitar THB450 – THB500 (THB1= Rp300). Buset mahal gila, namun dia kembali menawarkan alternatif murah yakni dengan menggunakan MiniVan Public Bus, dengan ongkos THB180, sudah langsung antar di tempat. Sistemnya, sama kaya angkot di Indonesia, tunggu penuh dulu baru mini busnya berangkat. Tak apalah yang penting hemat.

Dari bandara Phuket ke kawasan Kata, butuh waktu sejam. Kami pun tiba sekitar pukul 03.40 TT disana. Kami langsung disambut ramah pemilik penginapan (Mirip komplek perumahan mewah) Mr and Mrs Phim. Kami memilih Privat room di lantai dua, buset gila, hanya bayar THB380 per malam, namun fasilitasnya udah kaya hotel, lengkap dengan sanitary shower yang segar. Penginapan pertama ini, kami berada persis di lereng gunung Nakha.

Belum sempat berleha-leha menghilangkan lelah dan Jetlag, tanpa mandi, kami langsung mengeksplor kawasan Kata dengan berjalan kaki sambil cari makan malam tentunya. Kawasan Kata sangat kental dengan dunia malam pinggir jalan. Bar terbuka disepanjang jalan dengan gadis bar menari di tiang, sudah pandangan biasa bagi para turis lainnya, namun bagi saya (Kaget dan mencoba mengabadikannya dalam kamera, namun keburu dilarang ama kak nesya. “Jangan chay, nanti mereka marah”) its oke, batal motret.

Makan malam pertama kami di Phuket di rumah makan depan Kampong Kata Hill Restaurant di kawasan Kata Karon, Muang. Menu yang kami pesan yakni nasi goreng Seafood spesial Phuket (THB150) dan Noodle Soup (THB55), mineral water (THB15) dan Floath Banana Juice (THB50), serta Lemon Tea (THB35).  Nasi gorengnya enak, namun Noodle Soupnya, hmm segar tapi biasa ajah.

Kelar makan, langsung menjelajah pasar Karon dan aneka barang jajaan di kawasan pinggir jalan. Selain warga Thailand, sebagian besar penjual di Phuket adalah warga Nepal. Di kawasan ini, anda harus berani menawar jatuh. Jangan malu apalagi takut klo dibentak atau diusir penjualnya, karena sebagian penjual di kawasan ini, sekali sombong, sombooong banget, sekali baik baiiiiik banget. Satu lagi jangan mudah tertipu dan perhatikan barang belanjaan anda saat penjual membungkusnya, karena bisa jadi barangnya dituker.

Hari pertama, sudah agak kesal ama seorang penjual Nepal. Beli dua kaos. Dia beri harga THB800, lantas saya tawar jadi THB300, dia tak mau dan langsung pasang muka sebel. Saya langsung naikin harga jadi THB400. Dia tak mau, ya udah, saya cuek, karena ga jadi juga ga apa-apa. Tiba-tiba dia ngomong “Oke oke, Final Price, this n this shirt for you” lalu membungkusnya. Saya minta dia membuka kembali bungkusan tersebut, dan ternyata salah satu kaus saya diganti dengan warna yang sama namun model yang berbeda. Sambil tarik nafas, saya bilang “You can see that? I don’t want this (dua kaos), you lie, and you know I don’t like a liar”. Eh dia sambil tersenyum kecut bilang, kalau dengan yang itu, tak bisa dengan harga THB400, harusnya THB500. Enak saja cicak mau bodohin buaya :p.

Dia ngomong ke temannya, lalu membungkus dua baju yang saya pilih dengan harga THB400 sambil berujar “You know, I’m not a liar, but its business, you know,” jiahahaha, udah ngebodohin, ngotot lagi. Chaya dilawan.  “Bagaimana bisa kamu dapat penjualan yang menguntungkan dari para turis, kalau perlakuanmu selalu membohongi?” ujarku sambil berlalu. (-_-)

Puas belanja dan makan, kami pun kembali menyusuri jalanan untuk pulang ke penginapan. Di persimpangan jalan Patak dan Kata, kami menemukan penjualan Pancake pinggir jalan. Harganya THB50, kami pun membeli dan menikmatinya. Pan Cake disana lebih mirip martabak manis namun kulitnya tipis..hehehe.

Sesampai di penginapan pukul 12.15 AM (TT), mandi lalu tidur.

Hari ke 2.
PhiPhi Island Trip

Dibangunin ama kak nesya, “Chay, bangun udah jam 06 neh,” lompat dari tempat tidur lalu mandi. Eh kelar, kak nesya ngemeng “Sowwy, ini jamku Singapore Time,” mau bilang apa?  Ya udah.. Meski masih ngantuk, namun kami harus bangun cepat karena bus menjemput ke penginapan kami di Jinta Andaman pukul07.00 AM dan langsung menuju pelabuhan Phuket.

Paket perjalanan One Day Tour to Phi Phi Island,kami beli di informasi bandara Phuket. Beruntung bagi kami, tidak jadi beli secara online dari Indonesia yang harga fixnya, THB1.500. di bandara Phuket, kami menawarnya, hingga akhirnya jatuh di range THB850. Berkat banget bukannn ?!! (Hemat ala Backpacker ) :p

Dari pelabuhan Phuket, menggunakan SEA ANGEL LUXURY CRUISE, kami mengikuti paket perjalanan Phi Phi- Maya. Di kapal, pagi kita disediakan sarapan roti dan juga minuman bebas pilih, tea or kopi.

Selama perjalanan menuju pulau Phi Phi, kami dibawa menikmati gugusan pulau seperti Loh Bida, Loh Samah Bay, gua batu Pileh dan gua Viking dengan air lautnya yang sangat bening dan bercahaya kena terpaan sinar matahari. Nah, yang paling penting dari perjalanan ini, SNORKELING 40 menit di Maya Bay, tempat syuting Film Holliwood berjudul The Beach yang dibintangi Leonardo Dicaprio. Peralatan snorkelingnya sudah termasuk dalam biaya paket perjalan ini.

Kelar snorkeling dan menikmati ratusan ikan bergerombol di kaki, kapal pun membawa kami merapat ke pulau berpenghuni di Phi Phi Don (Pulau ini termasuk pulau yang luluh lantak akibat Tsunami 2004 lalu). Sesuai arahan pemandu lokal, kami pun menuju PP Princess restaurant, sekitar 150 meter dari pelabuhan dengan berjalan kaki. Memasuki kawasan Phi Phi, wajib bayar biaya masuk THB20.

Bersantap siang di PP, sangat luar biasa karena banyak aneka menu pilihan mulai dari menu barat, seafood hingga makanan khas Thailand. Saya sengaja milih makanan khas Thailand yakni ayam saus Bangkok 2 potong, capcay, sayur lodeh dan aneka buah. Pokoknya nikmat deh disantap saat siang-siang, dan perut laparr J

Di Phi Phi, saya menyempatkan diri membeli sejumlah oleh-oleh buat teman dekat, tentu dengan jurus tawar tanpa iba..hahahaa.. Saya berhasil mendapatkan empat tas ala Thai  dan satu stelan buat ponakan baby Moses.

Kami pun kembali ke kapal, membawa kami kembali ke Phuket dengan jarak tempuh 1 jam 20 menit. Oh ya, selama One Day tour ini, kami berkenalan dengan perempuan Francis, Sara.Usianya 25 tahun, dia backpacking sendiri. Sangat ramah. Kami bercerita banyak mengenai pekerjaan, pengalaman jalan-jalan hingga kehidupan spiritual ketuhanan. Dia sekarang kerja sebagai CS di salah satu bank internasional di Dubai. Sayang, ane lupitaaa alias lupa banget minta nomor kontak maupun laman jejaring sosialnya. :(

Pulang ke Phuket, Bus jemputan membawa kami ke Jinta Andaman, mengambil tas, checkout, lalu bus kembali mengantar kami ke  Boutiq Renoir Hotel di kawasan Patong. Berhubung, Boutiq yang kami pesan via Hostelworld saat kami datang sedang renovasi ruangan sebagian, pihak manajemen mereka pun dengan bertanggung jawab memindahkan kami ke hotel dalam satu kawasan yakni Maelarn Hotel dan memberi kompensasi gratis sarapan pagi Bacon, omelette dan jus jeruk..lucky for us J

Maelarn Hotel, lumayan bagus, seluruh ruangan kamar dan lobinya dilengkapi buku bacaan dan peta panduan bagi para turis, dua komputer untuk akses internet dan free WiFi.

Hari ke 3
Explore Patong Beach

Move on to Renoir Boutiq Hotel and get free breakfast..yippiyeiii :p.
Diantar ke lantai dua, One room double bed, lihat kondisi kamar, wow..cool, ruangan ful kayu ala Jepang, pintu geser menuju balkon dengan pemandangan gunung dan mini jacuzzi park..so awesome.

Pukul 11.00 TT, kami pun berangkat menuju pantai Patong yang hanya 5 menit dari hotel, menggunakan mobil Pick Up bertutup yang disediakan hotel mengantar tamunya secara gratis.

Selama di Patong, kami menikmati mandi matahari dengan berjemur, hunting foto, menyusuri pantai Patong dan melihat bekas tsunami lewat sekolah setingkat SD dan mini billboard Tsunamie Remembrance. Meski lokasi terparah bekas hantaman Tsunamie, namun setelah 7 tahun berlalu, tidak ada lagi bekas tsunami melainkan sudah menjadi kawasan pantai putih dengan butiran pasir terhalus yang pernah saya injak..aaah nyamannya.

Di pantai ini, kami menikmati seni jalanan tattoo henna dengan membayar THB100 ke pembuatnya bernama Mrs Tuktuk (kaya nama desa di Pulau Samosir yak, Tuktuk Siadong J). Disini kami juga menikmati Thai Tea dengan rasa yang tidak tertandingi dimana pun. Harganya sangat murah, cuma THB20 kita sudah dapat ukuran segeda gabon..Sedeep ah..

Di kawasan ini, kita ada belanja juga dengan masuk ke pasar-pasar turisnya. Lalu kembali ke pantai Patong (Saat itu ada festival Lay Kratong/Bunga teratai Festival) dan menunggu pick up jemputan datang yang akan membawa kami kembali ke hotel.

Mandi sore, bergegas lalu berangkat menuju Mall yang disediakan khusus bagi para turis, yakni Jungceylon Mall. Di mall ini, para turis diberi keuntungan dengan mendapatkan Tourist Privilege Card gratis, kita bisa menggunakannya berbelanja dan langsung mendapat diskon 5 sampai 50 persen. Disini, belanjaaaa lagii.. L

Hari Ke 4
Trip To James Bond Island

Sebenarnya, karena stok THB sudah menipis, perjalanan kesini tidak menjadi prioritas bagi kita lagi. Tapi, berhubung (lagi-lagi) alam masih berpihak pada kami, J jadilah kami berangkat dan mengeksplore habis-habisan. Hallah :p

Kami membeli paket perjalanan ke pulau ini, lewat agen perjalanan lokal di kawasan Pantai Patong. Saat itu lagi ada promo, beli 1 gratis 1. Pas banget buat saya n rekan kak nesya.

Agennya menawarkan harga sekali berangkat THB2.400, to much expensive..lagi-lagi the battle of tawar menawar terjadi. Kali ini dengan trik yg ramah namun menghujam (Ingat stok THB coy, TIPIS)..saya pun tawar THB1.200 untuk dua orang. Katanya terlalu murah dan ini sudah gratis 1, jatuhnya sudah THB1.200.

(Mulai tunjukin muka pura-pura ga niat kesana), si agen perempuan yang ramah ini pun menimpali, “tambah lagilah, (sambil menekan digit kalkulator dia menunjukkan THB2000) OK?,” ujarnya.

“ No, tomuch, we want THB1600, if you don’t want, its oke,” ujarku senyum..

Akhirnya, bla-bla-bla, jatuhlah di kesimpulan harga THB875 per orang (Langsung sikat coy..hahahah, murmermun kan yak?).

(Penjelasan detil bisa dilihat di ‘My Backpacker Journey to Thailand).

Sepulang dari James Bond, kami masih menyempatkan diri menikmati belanja di Central Phuket mall, mall terbesar di Phuket, membeli T-shirt original harga miring di Cheap Shop di pusat Phuket Town, dan menikmati Mie goreng china pedas di rumah makan lokal. Pulang ke apartemen, minum bir Singha, lalu tidur untuk mengembalikan kembali tenaga yang terkuras untuk bisa pulang dengan sehat keesokan harinya ke Indonesia.


Hari ke 5
Go back to Singapore

Dari penginapan kami terakhir di Phuket Centre Apartment, kami berjalan kaki sekitar 500 meter menuju stasiun bus menuju bandara. Kami akan kembali ke Indonesia.

Naik Public Bus full AC ke bandara, kami hanya membayar ongkos THB75.  Kami berangkat dari HKT sekitar pukul 1.50 PM, dan tiba di Singapore pukul 4.25 PM. THANKS GOD for this Traveling *Hugs

By Chaycya,
Catatan Sisa Perjalanan ke Phuket.

Initerary:
-Currency Converter-
-1S$= Rp7.100 (*)
-THB1= Rp295 (beruntung banget yak gw punya temen bos Money Changer..hehe)

  • Tiket Fery to Singapura S$48 plus tax S$13
  • Tiket SIN-HKT-SIN by Tiger Airways S$ 176
  • Penginapan Hari Pertama di Jinta Andaman, kawasan Kata: THB380
  • Penginapan Hari Kedua di Maelarn dan Boutiq Renoir Hotel di Kawasan Patong selama dua hari : THB960
  • Penginapan hari terakhir di Phuket Center Apartment di Phuket Town, Ratsada St: THB900 (2N)
  • Belanja: tergantung lo pade nawar..klo yang nakal mata kaya gw, bisa ngabisin duit THB3 ribu dalam lima hari...hwaaaaaaaa hiks hiks (nyesal sambil garuk2 aspal)
  • Ongkos Van Bus dari bandara ke penginapan: mereka pukul rata THB180
Tips: klo bisa di Thailand or Phuket, pintar-pintar dah nawar..ga usah malu kena marah, selain itu rajin-rajin buka site maskapai budget ama klo mau cari penginapan bisa buka di www.hostelworld.com. Biasanya klo booking dari Hostelworld, ada penginapan yang memberlakukan 10 persen deposit downpayment dan pelunasan bayar di tempat, atau ada juga yang menawarkan langsung bayar di tempat. ***

4 komentar:

  1. Wahhhhh
    Gak sabar go to phuket
    Tq ya share nya

    Mnta cp nya donk
    Mau tnya info pnting :-)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus